KALEIDOSKOP SEJARAH ISLAM

(BEBERAPA TAHUN PENTING DALAM SEJARAH ISLAM)

  • Tahun 570 M.

Nabi Muhammad SAW. dilahirkan pada hari Senin malam, 12 Rabiul Awwal Tahun Gajah, dimana raja Abraha melakukan serangan ke Makkah dan menghancurkan Ka’bah.

  • Tahun 578 M.

Abdul Muththalib, kakek Nabi saw meninggal dunia ketika Nabi saw berada dalam asuhannya, waktu itu umur Nabi delapan tahun. Kemudian diasuh oleh Abu Thalib, pamannya.

  • Tahun 582 M.

Ketika berusia 9 tahun Muhammad SAW. diajak pamannya, Abu Thalib, pergi ke Syam untuk berdagang. Pada waktu di Bashra, bertemu dengan seorang pendeta bernama Bahira yang mengisyaratkan tentang tanda-tanda kenabian.

  • Tahun 595 M.

Nabi saw menikah dengan Siti Khadijah pada usia 25 tahun, sedangkan Khadijah berusia 40 tahun.

  • Tahun 605 M.

Pada waktu Rasulullah saw berusia 35 tahun, mendapat gelar al-Amin (terpercaya). Gelar tersebut diberikan oleh kaumnya ketika menyelesaikan perselisihan tentang siapa yang berhak meletakkan hajar aswad ditempatnya.

  • Senin 17 Ramadhan, 13 tahun Sebelum Hijrah/6 Agustus 610 M.

Ketika Rasulullah SAW. sedang menyendiri di gua Hira’, beliau dikejutkan oleh kedatangan Malaikat Jibril yang menyuruhnya untuk membaca sebanyak tiga kali. Pada waktu itu Nabi SAW. berumur 40 tahun.

  • Tahun 3 Kenabian/613 M.

Allah memerintahkan Rasululullah SAW. Untuk melakukan da’wah secara terang-terangan.

  • Tahun 10-11 Kenabian/619 M.

Bani Hasyim, Bani Muththalib dan kaum Muslimin, termasuk di dalamnya Rasulullah saw dikepung dan dikucilkan di syi’ib (permukiman) Bani Muththalib menghadapi pemboikotan ekonomi yang dilakukan oleh kaum Quraisy.

Terjadi Hijrah yang pertama dalam Islam, yaitu hijrah ke Habsyi. Diantara orang yang berhijrah itu adalah, Utsman bin Affan serta istrinya, Ruqayyah binti Rasulullah saw, Abu Hudzaifah serta istrinya, Zubair bin Awwam, Mush’ab bin Umair dan Abdur-Rahman bin Auf.

Wafatnya istri Nabi, Siti Khadijah, dan pamannya, Abu Thalib, peristiwa ini dinamakan tahun Duka Cita (‘Aamul Huzni).

Rasulullah saw berangkat ke Thaif untuk mencari perlindungan dan dukungan dari Bani Tsaqif atas berbagai siksaan dan penderitaan yang dilancarkan kaum Quraisy, tetapi mendapat penolakan keras dari para pemuka Bani Tsaqif.

Terjadinya peristiwa besar, yaitu Isra Mi’raj. Isra’ ialah perjalanan Nabi saw dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsha di al-Quds. Mi’raj ialah kenaikan Rasulullah saw menembus lapisan langit tertinggi sampai batas yang tidak dapat ditinjau oleh ilmu semua makhluk, Malaikat, manusia dan jin. Semua itu ditempuh dalam waktu sehari semalam.

  • Tahun 12 Kenabian/620 M.

Bai’at Aqabah Pertama. Dua belas orang leleaki dari Anshar datang di musim haji menemui Rasulullah saw di Aqabah, kemudian berbai’at kepada Rasulullah saw. Di antara mereka terdapat As’ad bin Zurarah, Rafi’ bin Malik, ‘Ubadah bin Shamit dan Abul-Haitsam bin Tihan.

  • Tahun 13 Kenabian/621 M.

Bai’at Aqabah kedua. Pada musim haji berikutnya, Mush’ab bin Umair kembali ke Makkah dengan membawa sejumlah besar kaum Muslim Madinah dan berkumpul menunggu Rasulullah saw di Aqabah dan berbai’at kepad Rasulullah saw.

  • Tahun 1 H./622 M.

Pada tanggal 1-1-H/3 Juli 622 M. merupakan permulaan era Hijrah, para sahabat berangkat ke Yastrib (Madinah) secara sembunyi-sembunyi. Mereka datang secara bergelombang turun di rumah-rumah kaum Anshar mendapatkan tempat dan perlindungan.

Pada tanggal 2 Rabi’ul Awwal, bertepatan dengan 20 September 622 M, tiga belas tahun setelah kenabian, Rasulullah saw bersama Abu Bakar berangkat menuju Madinah.

Dalam perjalanan menuju Yastrib, Rasulullah saw singgah di Quba dan tinggal di sana selama 22 malam. Lalu beliau membangun sebuah masjid yang dinamakan Masjid Quba’, masjid yang disebut Allah sebagai “masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama”

Rasulullah saw memasuki Madinah tepat pada malam tanggal 12 Rabi’ul Awwal.

Sesampainya di Madinah dan menetap, Rasulullah saw segera menegakkan masyarakat Islam yang kokoh dan terpadu yang terdiri atas kaum Anshar dan Muhajirin. Sedangkan sebagai langkah pertama ke arah ini Rasulullah saw membangun masjid, memberlakukan panggilan adzan untuk shalat, dan shalat Jum’at pertama yang dilakukan bertepatan pada tanggal 5 bulan Rabi’ul Awwal.

Hijrah Rasulullah saw ke Yastrib, merupakan langkah awal proses terbentuknya Darul Islam yang pertama di muka bumi saat itu. Di samping juga merupakan pernyataan berdirinya Negara Islam di bawah pimpinan Rasulullah saw. Dengan meletakkan asas-asas dan konstitusi penting bagi negara ini.

  • Tahun 2 H./624 M.

Terjadinya perang Badar yang kedua, Rasulullah saw bersama 314 sahabatnya mencegat sebuah kafilah yang dipimpin oleh Abu Sufyan bin Harb, dan terjadilah peperangan sengit di lembah tersebut yang kemudian dikenal dengan Perang Badar Besar, peristiwa tersebut terjadi pada Jum’at tanggal 17.       Dalam tahun ini terjadi perang Bani Qainuqa’ (Qainuqa’ adalah segolongan kaum Yahudi Madinah yang mengkhianati perjanjian), kaum muslimin mengepung dan mengusir kaum Yahudi dari Madinah.

Dalam tahun ini dilakukan perubahan arah kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah.

Tahun ini mulai disyari’atkannya kewajiban berpuasa Ramadhan, kewajiban zakat fitrah, zakat harta dan dilakukannya shalat Ied pertama.

Pada tahun ini juga berlangsung pernikahan antara Ali ra dengan Fatimah az-Zahra, ketika itu Ali berumur 21 tahun dan Fatimah berumur 15 tahun.

  • Tahun 3 H./625 M.

Terjadinya perang Uhud, pada hari Sabtu tanggal 7 Syawwal 32 bulan setelah hijrah. Dalam perang ini kaum Muslimin mengalami kekalahan. Korban dari kaum Muslimin sebanyak 70 orang, diantaranya Hamzah paman Nabi saw.

Pada tahun ini Rasulullah saw menikahkan puterinya, Ummi Kultsum dengan Utsman bin Affan. Rasulullah saw menikah dengan Hafshah puteri Umar bin Khaththab dan Zainab puteri Khuzaimah al-Hilaliyyah.

Pada tahun ini juga lahirnya Hasan putera Ali ra.

  • Tahun 5 H./627 M.

Terjadinya peristiwa perang Khandaq (Ahzab), peperangan ini terjadi karena pengkhianatan dan tipu muslihat orang-orang Yahudi. Mereka menghimpun berbagai golongan (Ahzab) kabilah yang ada di Mekkah. Dalam perang ini dilakukan penggalian parit atas usul Salman al-Farisi, strategi ini merupakan peperangan pertama kali dikenal dalam sejarah bangsa Arab dan Islam. Terjadilah pengepungan sekeliling Madinah selama 15 hari.

  • Tahun 6 H./628 M.

Terjadinya Bai’atul Ridwan, bai’at yang dilakukan ketika Rasulullah saw hendak melakukan ibadah haji dan mengirim utusan untuk meberitahu maksud beliau kepada orang Quraisy, tetapi utusan tersebut malah ditawan dan dikabarkan telah dibunuh. Maka di bawah sebuah pohon Ridlwan, Rasulullah saw berbai’at untuk tidak mundur menghadapi kaum Quraisy.

Terjadinya Perjanjian Hudaibiyah pada bulan Dzulqa’dah, penghujung tahun keenam Hijriyah.

  • Tahun 7 H./629 M.

Pada akhir Muharram tahun ke tujuh Hijriyah Rasulullah saw bergerak menuju Khaibar, sebuah kota besar yang memiliki banyak benteng dan ladang, terletak sekitar 100 mil sebelah utara Madinah ke arah Syam. Dalam peperangan ini Rasulullah saw berangkat bersama 1400 tentara yang berjalan kaki dan menunggang kuda. Semua benteng dapat ditaklukan kecuali dua benteng, yaitu benteng al-Wathih dan benteng Sulaim. Rasulullah mengepung benteng ini selama sepuluh malam.

Masuk Islamnya Khalid bin Walid, ‘Amr bin ‘Ash dan Utsman bin Thalhah.

  • Tahun 8 H./630 M.

Peristiwa Perang Mu’tah terjadi pada bulan Jumadil Ula. Penyebab terjadinya perang ini ialah terbunuhnya al-Harits bin Umair al-Azdi, utusan Rasulullah saw kepada raja Bashra. Jumlah kaum Muslimin sebanyak 3000 tentara dipimpin oleh Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abu Thalib, dan Abdullah bin Rawahah, sementara dari pihak musuh antara lain Heraclius mengerahkan 100.000 tentara Romawi, Syurahbil bin Amer mengerahkan 100.000 tentara terdiri dari kabilah Lakham, Judzan, Qain dan Bahra’. Di antara panglima perang yang syahid adalah Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abu Thalib, dan Abdullah bin Rawahah yang masing-masing telah memberikan kepemimpinan yang sangatgagah berani. Setelah panji dan pimpinan dipegang oleh Khalid bin Walid, pertempuran menjadi semakin sengit dan dengan siasatnya ia dapat meloloskan tentara Islam dari kepungan musuh yang jumlahnya lebih kuat dan lebih besar itu.

Peristiwa Futuh Makkah (Penaklukkan Kota Makkah) terjadi pada bulan Ramadhan (Maret 630 M.). Penyebab terjadinya karena orang-orang Bani Abu Bakar melanggar perjanjian Hudaibiyah dengan membantu golongan yang memusuhi Rasulullah saw, maka Rasulullah saw dan 10.000 kaum Muslimin menyerbu dan membebaskan Makkah. Rasulullah saw memasuki Makkah dari arah utara, sedang Khalid bin Walid dari arah selatan yang mendapatkan sedikit perlawanan dari kaum Quraisy yang menghalang-halanginya.

Masuk Islamnya Abu Sufyan.

Peristiwa perang Hunain. Rasulullah saw berangkat ke Hunain dengan 20.000 tentara untuk menyerang kabilah Tsaqif dan Hawazin. Pertempuran berlangsung selama 18 hari, dengan kemenangan yang gemilang diraih oleh kaum Muslimin.

  • Tahun 9 H./631 M.

Ekspedisi ke Tabuk (Oktober-Desember 630 M.). Ekspedisi ini didasarkan atas informasi bahwa orang-orang Rum (Romawi) sedang bersiap-siap di negeri Syam untuk menyerang kaum Muslimin. Rasulullah saw berangkat bersama 30.000 Jaisyul ‘Usrah untuk memerangi tentara Rum, akan tetapi tidak sampai terjadi peperangan karena musuh tidak ada.

Rasulullah saw memerintahkan untuk menghancurkan Masjid Dhirar yang didirikan oleh golongan munafiq Madinah.

Meninggal dunianya tokoh munafik Madinah, Abdullah bin Ubay.

  • Tahun 10 H./632 M.

Rasulullah saw melakukan Haji Wada (haji minta diri). Pada waktu itu, beliau berkhutbah, yang terkenal dengan nama khutbah ‘Arafah yaitu ketika pada hari ‘Arafah. Diantara isi khutbah itu banyak memberi pelajaran pada manusia tentang pokok-pokok agama Islam dan cabang-cabangnya.

Pada tahun ini Ibrahim, putera Rasulullah saw wafat.

  • Tahun 11 H./633 M.

Rasulullah menyiapkan pasukan yang dipimpin oleh Usamah bin Zaid untuk berangkat ke Ubna. Tetapi sebelum tentara tersebut berangkat, Rasulullah mulai sakit sehingga permberangkatan pasukan tersebut tidak jadi.

Ketika sakit Rasulullah saw semakin parah, beliau menyuruh Abu Bakar untuk menjadi imam kaum Muslimin dalam shalat.

Rasulullah saw wafat pada hari Senin tanggal 10 Rabiul Awwal.

Pengangkatan Abu Bakar ra menjadi Khalifah yang pertama.

  • Tahun 13 H./635 M.

Khalifah Abu Bakar menyiapkan tentara di bawah pimpinan Khalid bin Walid untuk menaklukkan Ubullah (sebuah benteng yang berada di teluk Parsi) dari arah selatan Irak. sementara ‘Iyadl bin Ghunam memimpin tentara untuk menaklukkan Mushabbakh dari arah utara negeri Irak.

Khalifah Abu Bakar menyiapkan empat pasukan tentara untuk dikirimkan ke negeri Syam. Dan masing-masing pasukan tersebut dihadang oleh tentara Romawi.

Khalifah Abu Bakar wafat malam Selasa, tanggal 23 Jumadil Akhir, pada usia 63 tahun. Abu Bakar menjabat sebagai khalifah selama 2 tahun 3 bulan dan 3 hari. Ia dikubur di rumah Aisyah ra di samping kubur Rasulullah saw.

Umar bin Khaththab diangkat menjadi Khalifah berdasarkan masyurah dhimniyah (syura tidak langsung/implisit), peristiwa ini berlangsung pada bulan Jumadil Akhir.

  • Tahun 14 H.

Damaskus berhasil ditaklukkan dengan dua cara, damai dan kekerasan.

Ditaklukkannya Hamsh dan Ba’albak dengan cara damai.

Ditaklukkannya Bashrah dan Aballah dengan kekerasan.

  • Tahun 15 H.

Yordania secara keseluruhan berhasil ditaklukkan melalui cara kekerasan, kecuali Thabriah yang ditundukkan dengan damai.

Pada tahun ini, terjadi pula perang Yarmuk dan Qadisiah.

Sa’ad membangun Kufah, Umar menentukan sejumlah kewajiban, membentuk diwan-diwan dan memberi pemberian berdasarkan senioritas dalam memasuki Islam.

  • Tahun 16 H.

Al-Ahwaz dan Mada’in ditaklukkan oleh tentara Muslim. Di kota ini Sa’ad menyelenggarakan shalat Jum’at, bertempat di Istana Kisra. Ini merupakan shalat Jum’at berjamaah yang pertama kali diadakan di Iraq.

Pada tahun ini terjadi Perang Jalaula’. Yazdasir putra Kisra berhasil dikalahkan. Takrit berhasil ditaklukkan. Umar berangkat berperang kemudian menaklukkan Baitul Maqdis dan menyampaikan khutbahnya yang terkenal di al-Jabiah.

Pada tahun ini juga Qanasrin ditaklukkan dengan kekerasan. Haleb, Anthokiah dan Manbaj ditundukkan bukan secara damai.

Pada bulan Rabiul Awwal tahun ini Umar menulis kalender Hijriyah dengan meminta pertimbangan Ali ra.

  • Tahun 17 H.

Khalifah Umar memperluas Masjid Nabawi.

Terjadinya kemarau panjang, sehingga Umar mengajak penduduk untuk melakukan shalat minta hujan. Dengan perantaraan doa ‘Abbas, hujanpun turun.

Pada tahun ini al-Ahwaz ditaklukkan secara damai.

  • Tahun 19 H.

Pada tahun ini Qisarah ditaklukkan dengan kekerasan.

  • Tahun 20 H.

Mesir secara keseluruhan ditaklukkan secara damai kecuali Iskandariah.

Tahun ini juga Maroko ditaklukkan dengan cara kekerasan.

Kaisar agung Romawi binasa pada tahun ini.

Khalifah Umar mengusir Yahudi dari Khaibar dan Najran.

  • Tahun 21 H.

Iskandariah dan Nahawand ditaklukkan melalui jalan kekerasan, sehingga orang-orang ‘Ajam tidak memiliki kekuatan terorganisir lagi.

  • Tahun 22 H.

Adjerbaizan berhasil ditaklukkan dengan kekuatan, tetapi adapula yang mengatakan bahwa negeri ini ditaklukkan dengan cara damai.

Dainur, Hamdan, Tripoli barat dan Rayyi ditaklukkan pada tahun ini dengan melalui kekuatan.

  • Tahun 23 H.

Pada tahun ini sisa-sisa negeri Persia ditaklukkan: Kroman, Sajistan, ashbahan dan berbagai pelosoknya.

Pada akhir tahun ini Khalifah Umar menunaikan ibadah haji.

Pada penghujung bulan Dzulhijjah tahun ini Umar bin Khattab syahid terbunuh.

  • Tahun 24 H.

Rayyi kembali ditaklukkan, yang pada masa Umar pernah ditaklukkan namun dibatalkan.

Berjangkitnya wabah demam berdarah yang menimpa banyak orang. Wabah tersebut mengenai Khalifah Utsman sehingga beliau tidak bisa menunaikan ibadah haji.

Khalifah Utsman mengangkat Sa’ad bin Abi Waqqash menjadi gubernur Kufah menggantikan Mughirah bin Syu’bah.

  • Tahun 25 H.

Utsman memecat Sa’ad bin Abi Waqqash dari jabatan gubernur Kufah dan sebagai gantinya diangkatlah Walid bin Uqbah bin Abi Mu’ith –seorang shahabi dan saudara se-ibu dengan Utsman. Inilah sebab pertama dituduhnya Utsman melakukan nepotisme.

  • Tahun 26 H.

Utsman melakukan perluasan Masjidil Haram dengan membeli sejumlah tempat dari para pemiliknya lalu disatukan dengan masjid.

  • Tahun 27 H.

Mu’awiyah melancarkan serangan ke Qubrus (Cyprus) dengan membawa pasukannya menyeberangi lautan. Diantara pasukan ini terdapat Ubadah bin Shamit dan istrinya, Ummu Haram binti Milhan al-Anshariah, yang syahid karena jatuh dari kendaraannya.

Pada tahun ini Utsman menurunkan Amru bin al-‘Ash dari jabtan gubernur Mesir dan sebagai gantinya diangkatlah Abdullah bin Sa’ad bin Abi Sarh. Kemudian dia menyerbu Afrika dan berhasil menaklukkannya dengan mudah.

Pada tahun ini juga Andalusia berhasil ditaklukkan.

  • Tahun 29 H.

Pada tahun ini negeri-negeri lain berhasil ditaklukkan.

Utsman ra melakukan perluasan Masjid Madinah Munawaroh dan mem-bangunnya dengan batu-batu berukir. Ia membuat tiangnya dari batu dan atapnya dari kayu (tatal). Panjangnya 160 depa dan luasnya 150 depa.

  • Tahun 30 H.

Negeri-negeri Khurasan ditaklukkan pada tahun ke-30 Hijriah sehingga banyak terkumpul Kharaj (infaq penghasilan) dan harta dari berbagai penjuru.

  • Tahun 32 H.

Abbas bin Abdul Muththalib, Abdur Rahman bin Auf, Abdullah bin Mas’ud dan Abu Darda’ wafat. Orang-orang yang pernah menjabat sebagai Hakim negeri Syam sampai saat itu ialah Muawiyah, Abu Dzarr bin Jundab bin Junadah al-Ghiffari dan Zaid bin Abdullah ra.

  • Tahun 33 H.

Pada tahun ini Abdullah bin Mas’ud bin Abi Sarh menyerbu Habasyah.

Ali ra dibai’at sebagai khalifah pada pertengahan bulan Dzulhijjah, dihari terbunuhya Utsman ra. Ada sejumlah sahabat yang terlambat membai’atnya, di antara mereka adalah Sa’ad bin Abi Waqqash, Usamah bin Zaid, Mughirah bin Syu’bah, Nu’man bin Basyir dan Hasan bin Tsabit.

Menurut riwayat yang shahih, khalifah Utsman dibunuh pada pertengahan hari tasyriq tahun ke-35 Hijriyah. Tetapi adapula disebutkan dalam kitab Nurul Yaqin bahwa peristiwa pembunuhan Utsman ini terjadi pada bulan Dzulhijjah.

Khalifah Utsman menjabat sebagai khalifah selama 12 tahun, dan dia mati dibunuh pada usia 82 tahun.

  • Tahun 36 H.

Terjadi pertempuran antara pihak ‘Aisyah dengan Ali ra yang dinamakan perang Jamal (Unta). Ketika itu Thalhah dan Zubair terbunuh yang keduanya berada di pihak ‘Aisyah. Kemudian Ali mengembalikan ‘Aisyah ke Madinah.

Pada tanggal 12 Rajab tahun 36 Hijriyah, Ali beserta pasukannya berangkat untuk memerangi Muawiyah yang dianggap sebagai pemberontak karena menolak berbai’at kepada Ali ra.

Berkecamuklah perang antara pihak Muawiyah dengan Ali ra di dataran Shiffin sebagai tempat pertemuan kedua pasukan ini. Lalu terjadilah pertempuran yang berlangsung selama tiga hari tiga malam. Ketika tentara Muawiyah merasa terdesak mereka mengangkat mushaf di atas ujung tombak dengan maksud mengajak berdamai. Maka sebagian tentara Ali ada yang menyetujui dan ada yang tidak.

  • Tahun 37 H.

Ketegangan antar pihak Muawiyah dan Ali ra terus berlangsung hingga datang bulan Muharram tahun 37 Hijriyah. Kemudian kedua belah pihak sepakat untuk melakukan gencatan senjata selama sebulan, dengan harapan dapat dicapai ishlah.

Setelah batas waktu yang ditentukan habis dan bulan Ramadhan tahun 37 Hijri telah datang, Ali mengutus Abu Musa al-‘Asy’ari sedangkan Muawiyah mengutus Amer bin al-Ash untuk mengadakan pertemuan bagi kedua belah pihak yang berselisih. Keduanya berkumpul di Daumatul Jandal, dan hasil yang diperoleh dari mufakat tersebut adalah dipecatnya Ali ra dari ke khalifahannya dan mengangkat Muawiyah sebagai gantinya.

  • Tahun 40 H.

Seorang Khawarij yang bernama Abdurahman bin Muljim memukulkan sebuah pedang beracun kepada Ali ra. Pada waktu itu Ali ra sedang keluar untuk melaksanakan shalat subuh. Dan selang dua hari dari kejadian itu, beliau wafat. Ketika itu usia Ali ra 63 tahun. Sementara masa jabatan beliau sebagai khalifah adalah 4 tahun 9 bulan. Beliau dimakamkan di Kufah.

  • Tahun 41 H.

Setelah Ali ra wafat, maka jabatan ke-khalifahan digantikan oleh puteranya, Hasan. Namun kemudian urusan pemerintahannya diserahkan kepada Muawiyah.

Tahun ini dinamakan tahun persatuan, atau yang lebih dikenal dalam sejarah dengan ‘Amul Jamaah.

Hasan ra lalu berangkat ke Madinah dan menetap di sana hingga wafatnya.

  • Tahun 49 H.

Pada tahun ini Hasan ra meninggal di Madinah pada usia 49 tahun. Beliau menjabat sebagai Khalifah selama 6 bulan.

  • Tahun 661-680 M.

Masa Pemerintahan Abi Sofyan

  • Tahun 685-705 M.

Masa pemerintahan Abdul Malik bin Marwan

  • Tahun 705-715 M.

Masa pemerintahan al-Walid ibnu Malik

  • Tahun 717-720 M.

Masa pemerintahan Umar ibnu Aziz

  • Tahun 724-743 M.

Masa pemerintahan Hasyim bin Abdul Malik

  • Tahun 91 H./710 M.

Meninggalnya Witiza raja Gothia-Barat dari Spanyol. Kemudian digantikan oleh panglimanya bernama Roderick, yang menduduki singgasana dengan paksa. Sehingga menimbulkan sengketa dengan putera Witiza serta pembesar-pembesar yang loyal terhadap raja.

Musa bin Nusair mengerahkan 500 orang tentara dibawah pimpinan Tharif bin Malik menyerang bandar-bandar Spanyol di selatan, untuk mencoba kebenaran Graaf Julian Gubernur Cauta.

  • 92 H./711 M.

Panglima Tharik bin Ziad membawa 7000 orang tentaranya menyeberang ke Eropa untuk menaklukan bumi Spanyol.

  • 93 H./712 M.

Tentara Musa bin Nusair bergerak maju ke Toledo menyertai peperangan menaklukkan Spanyol.

  • 138 H./757 M.

Abdur Rahman putera Mu’awiyah bin Hisyam, pangeran pelarian Bani Umaiyah yang diburu pasukan Abbasiyah mendirikan kerajaan Bani Umaiyah di Andalusia dengan ibukotanya Cordova. Ia memerintah sampai tahun 788 M. (172 H.).

  • 160 H./776 M.

Pemberontakan besar melawan Amir Abdur Rahman, dipimpin oleh Ibnul A’raby dan al-Fihry dibantu oleh karel de Grote. Pemberontakan ini dapat ditindas oleh Abdur Rahman.

  • 171 H./788 M.

Amir Abdur Rahman wafat, dan digantikan oleh puteranya, Hisyam.

  • 206 H./822 M.

Hakam I wafat diganti oleh puteranya, Abdur Rahman II.

  • 836 M.

Delegasi Byzantium datang menghadap Abdur Rahman II, al Austah Amir Umaiyah di Cordova. Mereka menawarkan agar Abdur Rahman II mau bersahabat dengan kaisar Byzantium.

  • 254 H./868 M.

Ahmad bin Toulon mulai berkuasa di Mesir. Kemudian memerintah seorang puteranya dan tiga orang cucunya sampai tahun 905 M./292 H.

  • 292 H./905 M.

Tentara Syaiban, raja terakhir dari keluarga Bani Toulon, dikalahkan oleh pasukan Abbasiyah dibawah panglima muhammad bin Sulaiman dan Mesir kembali menjadi wilayah mutlak kerajaan Abbasiyah. Sejak tahun ini sampai tahun 835 M.   Mesir selalu dilanda huru-hara.

  • 297 H./910 M.

Daulat Bani Fathimiyah berdiri di Afrika Utara (Qairuan) dengan khalifahnya yang pertama bernama Ubaidilah al Muhdy.

  • 300 H./911 M.

Abdur Rahman naik tahta di Cordova menggantikan Abdullah bin Muhammad.

  • 323 H./935 M.

Daulat Bani Ikhsyid berdiri di Mesir dengan Amir Muhammad bin Thughja sebagai pendirinya.

  • 324 H./936 M.

Pasukan Fathimiyah menyerang Mesir, serangan itu dapat dihalau oleh tentara al Ikhsidy.

  • 358 H./969 M.

Tentara Fathimiyah dibawah pimpinan panglima Jauhar menaklukkan Mesir. Sejak itu Mesir berada di bawah kekuasaan keluarga bani Fathimiyah sampai 1171 M./567 H. Pada tahun ini jauhar mendirikan kota Kairo (al Qohirah).

  • 359 H./970 M.

Panglima Jauhar menaklukkan Damaskus dari tangan amir Hasan al Ikhsidy. Di tahun ini Jauhar meletakkan batu pertama pembangunan Mesjid al Azhar. Dua tahun kemudian barulah mesjid tersebut selesai dikerjakan.

  • 362 H./973 M.

Khalifah Mu’iz al Fathimy pindah dari Afrika Utara ke Mesir, dan bertempat tinggal di Kairo.

  • 365 H./975 M.

Mu’iz wafat digantikan oleh puteranya Aziz, khalifah Fathimiyah yang menumpahkan kasih sayangnya kepada umat Kristen dan yahudi.

  • 386 H./996 M.

Aziz wafat digantikan oleh puteranya Hakim, seorang khalifah yang mendakwakan memiliki sifat-sifat ketuhanan.

  • 411 H./1020 M.

Hakim mati terbunuh, kemudian digantikan oelh puteranya Zhahir. Pada masa pemerintahannya Mesir dilanda kelaparan akibat dari surutnya sungai Nil.

  • 427 H./1035 M.

Zhahir wafat dan diganti oleh puteranya yang bernama Mustanshir. Masa pemerintahannya adalah yang paling lama dalam Kekhalifahan Fathimiyah, yaitu 60 tahun. 13 tahun pertama adalah masa yang gemilang bagi Mesir, namun setelahnya adalah masa bencana, kelaparan dan pemberontakan.

  • 448 H./1057 M.

Berdirinya Daulah Murabithin di Maroko.

  • Tahun 473 H./1081 M.

Yaman memberontak dan menyatakan lepas dari ikatan Daulah Fatimiyah.

  • Tahun 484 H./1091 M.

Pulau Sicilia melepaskan diri dari Daulat Fatimiyah.

  • Tahun 487 H./1094 M.

Wafatnya Mustanshir dan wazirnya Badrul Jamaly. Sejak meninggalnya dua orang besar tersebut menimbulkan kemunduran bagi daulat Bani Fatimiyah, sampai kejatuhannya pada tahun 1171 M. Badrul Jamaly digantikan oleh puteranya Afdhal, yang mati dibunuh orang dengan persetujuan Khalifah Fathimiyah karena ia berpihak kepada Ahlus Sunnah.

  • Tahun 1095 M.

Paus Urban II mengadakan pertemuan besar di Clermont (Perancis), menyerukan kepada seluruh umat Kristen untuk mengangkat senjata merebut Palestina dari kekuasaan ummat Islam.

  • Tahun 489 H./1096 M.

Mulai meletusnya perang Salib.

  • Tahun 1097 M.

Angkatan perang Salib yang pertama menyebrangi selat Bosporus lalu mengepung dan menduduki kota Nicia dan iskisyhar (Dorilium) kemudian mengepung kota Antochia.

  • Tahun 1099 M.

Baitul Maqdis menyerah kepada pasukan Salib. Mereka melakukan pembantaian besar-besaran besar-besaran sesudah kota itu menyerah., hingga mengorbankan 70.000 ummat Islam. Bangsa Yahudi yang bersembunyi dalam gerejapun dibakar hidup-hidup oleh tentara Salib.

  • Tahun 1104 M.

Tentara Salib menduduki kota Uka (Acco)

  • Tahun 1124 M.

Tentara Salib menaklukkan kota Tyrus.

  • Tahun 524 H./1130 M.

Muhammad bin Taumart pendiri daulat Muwahiddin wafat digantikan oleh sahabatnya bernama Abdul Mukmin.

  • Tahun 540 H./1145 M.

Daulat Muwahiddin berkuasa di Andalusia.

  • Tahun 541 H./1147 M.

Kerajaan Muwahiddin mengalahkan kerajaan Murabithin di Maroko.

  • Tahun 1164 M.

Tentara Sultan Nuruddin Mahmud menyerang Palestina, saat itu tentara Salib dibawah pimpinan Amalric raja Baitul Maqdis sedang menyerang Mesir. Oleh karena itu mereka terpaksa meninggalkan Mesir.

  • Tahun 1168 M.

Pasukan Salib menyerang Bilbis (mesir) dan mereka melakukan pembantaian dengan sanagat kejam. Khalifah Adhidh al Fathimy meminta bantuan kepada Sultan Nuruddin Mahmud.

  • Tahun 564 H./1169 M.

Syirakuh membunuh Syawir karena perbuatan khianatnya, kemudian ia menjadi wazir di Mesir. Tiga bulan kemudian ia meninggal dan digantikan oleh keponakannya, Shalahuddin.

  • Tahun 1171 M.

Shalahuddin al Ayyubi memerdekakan Mesir dari kekuasaan Fathimiyah dan mendirikan daulat Bani Ayyub. Ia mengakui kekuasaan yang dipertuan Khalifah Abbasiyah.

  • Tahun 1174 M.

Sultan Nuruddin Mahmud meninggal dan digantikan oleh puteranya al Malikus Shalih.

  • Tahun 1175 M.

Shalahuddin menjadi sultan memerintah seluruh Mesir dan Syria dengan diakui oleh al Mustadhi’ khalifah Abbasiyah yang ke 33.

  • Tahun 1178 M.

Shalahuddin menghancurkan pasukan Salib dalam pertempuran di Hithin. Raynold komandan tentara Salib yang sering merampok kafilah-kafilah yang yang pergi ke Mekkah berhasil disembelih oleh tangannya sendiri untuk menepati janjinya. Ditahun ini Shalahuddin menduduki Acco (Uka), Napolis, Ramla, Caisaria, Jaffa dan Beirut, dan menaklukkan kota Baitul Maqdis dari tangan kaum Salib.

  • Tahun 1181 M.

Al Malikus Shalih wafat dan Shalahuddin menduduki Aleppo dan Mousul.

  • Tahun 1191 M.

Angkatan perang Salib yang kedua dari tentara raja Phillip II dan Richard I merebut kota Acco dari tangan Shalahuddin.

  • Tahun 1192 M.

Raja Richard I berdamai dengan Shalahuddin. Perdamaian itu terkenal dengan nama Damai di Ramla. Isi perdamaian tersebut adalah:

  1. Baitul Maqdis tetap dikuasai kaum muslimin.
  2. Pesisir Syiria dari Tyrus sampai Jaffa diperlindungi oleh tentara Salib.
  3. Kaum muslimin harus mengembalikan seluruh hak milik gereja kepada kristen.
  • Tahun 592 H./1195 M.

Ya’kub bin Yusuf raja Muwahiddin di Andalusia mengalahkan Alfonso VII raja Castilia. Dalam perang itu Ya’kub dapat merebut beberapa benteng daulat Islam yang telah diduduki oleh tentara kristen.

  • Tahun 609 H./1212 M.

Peperangan di Las Navas antara tentara Kristen yang dipimpin oleh Alfonso VIII dari Castilia dengan tentara daulat Muwahiddin. Dalam peperanagn ini daulat Muwahiddin kehilangan beberapa kota penting.

  • Tahun 1218 M.

Angkatan perang Salib dipimpin oleh Jean de Brienne menyerang Mesir dan menaklukkan kota Dimyat, di zaman Sultan ‘Adil.

  • Tahun 1228 M.

Angkatan perang Kaisar Frederick II memasuki Palestina. Antara dia dengan Sultan Kamil terjadi perdamaian dan Baitul Maqdis diserahkan kepada kaisar itu.

  • Tahun 1232 M.

Kerajaan Bani Ahmar berdiri di Granada yang didirikan oleh Muhammad bin Ahmar. Dua setengah abad lamanya daulat ini dapat mempertahankan diri dari serangan kerajaan Kristen dari utara Andalusia. Pada tahun 1492 M. Barulah orang Spanyol dibawah pimpinan raja Ferdinand dan ratu Isabella dapat merebut kota Granada dari tangan raja Bani Ahmar yang terakhir, Abu ‘Abdillah.

  • Tahun 1236 M.

Kota Cordova jatuh ketangan Kristen Spanyol. Dan bersamaan dengan itu tamatlah riwayat daulat Muwahiddin.

  • Tahun 1250 M.

Angkatan perang Louis IX dari Perancis dihancurkan oleh tentara Mesir dizaman Sultan Tauran Syah, dalam pertempuran di Fariskour (Mesir). Sedang raja Louis sendiri tertawan. Ia dilepaskan setelah pasukan Islam menerima uang tebusan.

Tauran Syah mati dibunuh, kekuasaan daulat Bani Ayyub berakhir di Mesir dan digantikan oleh kekuasaan kerajaan Mamalik.

  • Tahun 1257 M.

‘Izzuddin Ayabek sultan Mamalik yang pertama dan suami ratu Syajaratuddur mati dibunuh. Ia digantikan puteranya yang masih dibawah umur.

  • Tahun 1260 M.

Pasukan Holako dikalahkan Mesir dibawah panglima Bybars di ‘Ain jalut (Palestina). Ditahun itu Bybars menjadi sultan di Mesir dengan bergelar al Malikuz Zhahir.

  • Tahun 1268 M.

Sultan Bybars menaklukkan Jaffa dan Antiochia dari tangan pasukan Salib.

  • Tahun 1277 M.

Bybars mengalahkan tentara Mongol di Asia kecil.

  • Tahun 1279 M.

Saifuddin Qalawun menduduki singgasana Mesir.

  • Tahun 1286 M.

Sultan Qalawun mengalahkan tentara Mongol dekat Homs.

  • Tahun 1289 M.

Sultan Qalawun merebut kota Lazicia dan Trapolisia dari tangan kaum Salib.

  • Tahun 1290 M.

Sultan Qalawun yang perkasa meninggal dalam perjalanan menuju Acco (‘Uka), kota pertahanan kaum Salib yang terakhir di Syria. Ia digantikan oleh puteranya , Sultan Asyraf Khalil. Sultan ini meneruskan cita-cita ayahnya mengepung kota Acco, sampai kota itu jatuh ketangannya, ditahun itu juga.

  • Tahun 1294 M.

Erthaghrol pemimpin Turki wafat digantikan oleh puteranya Usman. Alauddin Sultan Turki Saljuk menganugerahkan pangkat amir kepada Usman karena jasanya membantu sultan itu memerangi kerajaan Byzantium.

  • Tahun 1299 M.

Tentara Mesir dimasa Sultan Nasir, dikalahkan oleh tentara Mongol dibawah pimpinan panglima Ghazan dalam pertempuran dekat Homs.

  • Tahun 1300 M.

Amir usman mendirikan kerajaan merdeka sepeninggal ‘Alauddin wafat dalam peperangan dengan bangsa Mongol. Darinya nama “Turki Usmany” berasal.

  • Tahun 1317 M.

Sultan Usman dari Turki menaklukkan kota Broessa dari tangan orang Byzantium lalu dijadikan ibukota kerajaannya.

  • Tahun 1326 M.

Sultan usman wafat digantikan oleh puteranya Urchan. Ia memerintah sampai tahun 1360 M.

  • Tahun 1348 M.

Wabah penyakit yang terkenal dengan nama maut hitam melanda Mesir sampai tahun 1349 M. dan membinasakan sebagian besar penduduk. Peristiwa ini terjadi dizaman Sultan Hasan.

  • Tahun 1360 M.

Urchan wafat digantikan oleh puteranya Murad I.

  • Tahun 1363 M.

Sultan Murad I dari Turki Usmany menaklukkan kota Adrianopel di Eropa lalu dijadikannya ibu kota kerajaannya.

  • Tahun 1382 M.

Jatuhnya kekuasaan Mamalik Bahriyah di Mesir dengan sultannya yang terakhir Sultan Haji, digantikan oleh kekuasaan Mamalik Syarakisah dengan sultannya yang pertama Barkuk.

  • Tahun 1389 M.

Sultan Murad I mengalahkan pasukan bangsa-bangsa Slavia dalam pertempuran di Kassawo. Dengan demikian kerajaan Servia dan Bulgaria mengaku takluk kepada Turki Usmany. Ditahun itu Murad I wafat ditikam oleh seorang tentara Slavia, dan singgasana Turki diduduki oleh Sultan Bayazid I.

  • Tahun 1396 M.

Tentara Slavia dan Magyar yang dipimpin oleh Sigismund raja Hongaria, dikalahkan Sultan Bayazid I dalam pertempuran di Nicopolis. Seluruh Servia, Bulgaria dan Rumania jatuh ketangan Turki.

  • Tahun 1402 M.

Sultan Bayazid I dikalahkan Timur Lenk dalam pertempuran dekat Angora. Bayazid tertangkap lalu meninggal dalam kurungan.

  • Tahun 1413 M.

Muhammad I menduduki singgasana Turki usmany. Sultan ini amat besar jasanya dalam menjatuhkan daulat turki yang telah terpecah belah sepeninggal Bayazid I.

  • Tahun 1421 M.

Murad I naik singgasana turki Usmany.

  • Tahun 1442 M.

Tentara Serikat yang terdiri dari Servia, Bulgaria, Bosnia, Albania dan Rumania di bawah pimpinan panglima Hunyady, menghancurkan tentara Turki Usmany dalam peperangan dekat Belgerado. Dalam pertempuran itu tewan 20.000 orang tentara Turki dan panglimanya berhasil ditawan.

  • Tahun 1443 M.

Sekali lagi panglima Hunyady mengacau balaukan tentara Turki di Balkan, sehingga Murad II terpaksa mundur dan meminta berdamai.

  • Tahun 1444 M.

Perdamaian di Szegedin, antara Turki dan bangsa-bangsa di Balkan. Isi perdamaian itu menyatakan Servia merdeka kembali. Rumania bergabung dengan Hongaria dan peperangan dihentikan selama sepuluh tahun. Tetapi sebulan setelah itu perdamaian dilanggar oleh bangsa Slavia, dan mereka menyerang Turki kembali. Sekali ini Sultan Murad II menghancurkan mereka. Servia dan Bosnia kembali dikuasai oleh Turki.

  • Tahun 1451 M.

Murad II wafat dan digantikan oleh puteranya Muhammad II al Fatih, penakluk Konstantinopel yang termasyhur.

  • Tahun 1453 M.

Kota Konstantinopel jatuh ketangan Turki Usmany di bawah kekeuasaan Sultan Muhammad II al Fatih.

  • Tahun 1468 M.

Bangsa Portugis dibawah pimpinan Bartolemius Diaz mendapati tanjung Pengharapan (Cabo de Bone Esperanza).

  • Tahun 1485 M.

Sultan Bayazid dari Turki memaklumkan perang kepada Sultan Qaitbai dari Mesir.

  • Tahun 1491 M.

Bayazid berdamai dengan Qaitbai.

  • Tahun 1492 M.

Akhir kekuasaan daulat Bani Ahmar, kerajaan Islam terakhir di Spanyol. Abu Abdillah raj Bani Ahmar terakhir menyerahkan kota Granada kepada raja Ferdinand dan ratu Isabella.

  • Tahun 1496 M.

Qaitbai meninggal digantikan berturut-turut oleh beberapa orang sultan yang tidak berdaya.

  • Tahun 1498 M.

Vasco de Gama dari Portugis sampai di Kalkuta di pesisir India-Barat.

  • Tahun 1501 M.

Sultan Quansuah al Ghury menduduki singgasana Mesir. Dizamannya jalan perniagaan benua Timur ke benua Barat pindah dari Mesir ke tanjung Pengharapan.

  • Tahun 1509 M.

Armada Mesir dikalahkan oleh armada Portugis dalam “Pertempuran Dio” dekat pantai India.

  • Tahun 1516 M.

Sultan Salim I dari Turki memaklumkan perang kepada Sultan Ghury. Dalam pertempuran hebat di Maraj Dabik di utara aleppo, tentara Mesir kalah dan Sultan Ghury mati sebagai pahlawan dimedan perang. Thauman Bai raja keluarga Mamalik terakhir, menduduki singgasana Mesir.

  • Tahun 1517 M.

Sultan Salim I memasuki Kairo sesudah tentara Mesir menderita kekalahan dalam pertempuran di desa Ridaniah. Thauman Bai mati di tiang gantungan dan mesir menjadi wilayah (propinsi) daulat Turki usmany.

. . .

One thought on “KALEIDOSKOP SEJARAH ISLAM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s