KONSEPSI AGAMA DALAM ILMU PENDIDIKAN ISLAM

Sejak manusia berada dalam kandungan ibunya selama kurang lebih sembilan bulan, manusia sudah mengalami masa pengenalan terhadap dunia yang akan ditempuhnya ketika lahir. Banyak teori yang menyatakan mengenai bagaimana membangun kecerdasan sejak anak berada dalam kandungan ibunya seperti merangsang kecerdasan otak dengan diperdengarkannya musik klasik bagi penganut paham teori barat, bagi umat Islam sendiri hal ini sudah banyak dalil yang menyatakan bahwa anak sudah harus diperdengarkan ayat-ayat suci Al-Qur’an sejak dalam kandungan, dengan tujuan supaya anak sudah mengenal tuhannya melalui ayat-ayat yang diperdengarkan. Hal ini menunjukkan bahwa agama merupakan titik sentral bagi pendidikan anak dikemudian hari.

Agama merupakan hal pokok yang harus dimiliki oleh setiap manusia. Kepercayaan terhadap dzat yang menciptakan harus sudah ditanamkan sejak dini ketika manusia mulai mengenal benda-benda yang ada di alam ini. Hal ini agar keseimbangan dalam diri manusia bisa tercipta, bisa dibayangkan bagaimana manusia akan hidup secara benar tanpa ada sesuatu yang mengatur dan memberikan bimbingan kepada manusia dalam menempuh kehidupan ini.

Tidak sedikit manusia yang cerdas dan berhasil dalam menjalani hidup di dunia tetapi keberhasilannya tidak memberikan kebahagiaan, dia tidak mendapatkan kepuasan dengan segala macam yang telah dia capai dan peroleh, malah banyak sekali yang hidupnya berakhir secara tragis seperti misalnya orang-orang yang menganut faham komunis, kapitalis dan liberalis yang hanya mementingkan kesenangan hidup di dunia, bagi mereka agama sudah menjadi sesuatu yang asing dan tidak ada artinya sama sekali.

Disinilah, bagaimana peran agama sangatlah penting bagi manusia. Bukan sekedar penghias bibir dan tren belaka, namun lebih dari itu agama merupakan pandangan hidup bagi manusia yang menginginkan perjalanan hidupnya berakhir dengan baik. Sebab agama merupakan hukum yang mengatur segala macam pokok persoalan baik yang menyangkut hubungan antara makhluk dengan sesama makhluk maupun hubungan antar makhluk dengan Penciptanya.

Banyak sekali orang berpendapat tentang arti agama ini, ada yang mengatakan bahwa agama itu berasal dari gabungan kata a yang berarti tidak dan gama yang berarti kacau, jadi agama diartikan sebagai sesuatu yang apabila manusia berpegang kepada hal itu hidupnya akan selalu berada dalam kebenaran, teratur dan berakhir dengan baik atau dengan kata lain hidup manusia tersebut akan terasa bahagia.

Agama yang dianut oleh manusia yang hidup di atas bumi ini sangat banyak sekali, mulai dari agama buah karya manusia yang sering disebut dengan istilah agama ardhi sampai agama yang memang di bawa oleh manusia utusan Allah SWT. atau lebih sering disebut dengan agama samawi.

Agama-agama besar yang ada di muka bumi ini dibawa oleh seseorang yang menjadi pembangunnya dan memiliki penganut yang setia dan juga kitab-kitab yang menjadi pedoman hidup. Agama-agama tersebut diantaranya adalah: (buku Perbandingan Agama)

  1. Yahudi yang dibawa oleh nabi Musa (1200 SM.), kitab sucinya seperti Torah (Taurat), Nebiim, Khetubiim, Talmudz, dan Sepuluh Perintah (Ten Commandements) yang termuat dalam kitab keluaran.
  2. Hindu/Brahma tahun 2000 SM., kitab sucinya antar lain Sruti dan Smriti.
  3. Zarathustra (Zoroaster) yang dibawa oleh Zarathustra (660-583 SM.), kitab sucinya adalah Avesta yang artinya bacaan yang kemudian disebut dengan Zend-Avesta.
  4. Budha yang dibawa oleh seorang pertapa bernama Sidharta Gautama (563-483 SM.), kitab sucinya adalah Tripitaka yang bermakna Tiga Himpunan (Sutta-Pitaka, Vinaya Pitaka, dan Abidhamma-Pitaka).
  5. Jaina, agama yang dibangun oleh Mahavira (556-429 SM.) ini memiliki kitab suci yang bernama Siddahanta yang bermakna pembahasan dan biasa disebut dengan agamas yang berarti perintah, ajaran, atau bimbingan.
  6. Sikhs, dibangun oleh Guru Nanak (1469-1538 SM.), kitab sucinya adalah Granth Saheb yang artinya Kitab Tuhan.
  7. Shinto, agama yang lahir dan berkembang dalam lingkungan penduduk Jepang ini memiliki kitab suci yang bernama Kojiki yang artinya Catatan Peristiwa Purbakala dan Nihonji yang artinya Riwayat Jepang.
  8. Konghucu, dibangun oleh seorang yang bernama Kung Fu Tze (551-478 SM.) dengan kitab sucinya Wu Ching artinya Lima Klasik dan San Shu artinya Empat Kitab.
  9. Tao, pembangun agama ini adalah Lao Tze (604-517 SM.) kitab sucinya bernama Tao Te Ching merupakan kitab suci yang paling tipis dari semua kitab suci agama yang ada.
  10. Kristen, dibawa oleh Yesus (1-30 M.) dengan kitab sucinya bernama Holy Bible atau al-Kitab yang terbagi ke dalam dua bagian yaitu Perjanjian Lama (Old Testament) yang merupakan perjanjian antara Allah dengan Bani Israil dan Perjanjian Baru (New Testament) yang terbagi atas empat bagian yaitu Gospels (himpunan Injil), Acts Of Apostles (kisah rasul-rasul), Epistles (himpunan surat), dan Apocalypse (wahyu).
  11. Islam, merupakan agama yang paling besar dari sekian banyak agama-agama yang ada, dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. (570-632 M.) berdasarkan wahyu di semenanjung Arabia. Kitab suci agama Islam adalah Al-Qur’an dan memilik nama lain seperti Al-Kitab, Al-Furqon, Adz-Dzikr, At-Tanzil, dan lain-lain yang semuanya terdapat dalam Al-Qur’an itu sendiri. Al-Qur’an berisi ketetapan-ketetapan Allah tentang segala macam hal yang diperlukan manusia dalam mengarungi kehidupan ini agar tercapai cita-cita hidup bahagia di dunia dan di akhirat.

Jadi, jelaslah bahwa pada hakekatnya manusia ingin ada yang mengatur dan juga memerlukan adanya aturan, untuk itu berarti peran agama disini sangatlah penting karena manusia dibatasi oleh tugas-tugasnya dan juga oleh tabiatnya.

Islam merupakan satu-satunya agama tauhid yaitu keyakinan kepada satu tuhan dengan berbagai keterikatan-keterikatan yang telah diatur dalam Al-Qur’an. Dalam Islam keterikatan terhadap ketetapan-ketetapan agama ini atau istilah tentang agama ini menyangkut tiga hal, yakni “Diin” artinya ketetapan-ketetapan yang terpulang atau terkait semuanya kepada Allah, kedua “Millah” artinya segala sesuatu yang terpulang kepada rasul/yang berkaitan dengan rasul, dan “Madzhab” artinya segala sesuatu yang terpulang kepada imam-imam atau mujtahid-mujtahid.

Dalam rangka menjadikan manusia yang bisa meyakini satu-satunya agama yang benar diperlukan upaya diantaranya melalui pendidikan. Pendidikan agama Islam berusaha mengenalkan agama kepada manusia sejak dini ketika masih dalam buaian ibunya, dengan tujuan agar dalam diri manusia sudah tertanam nilai-nilai religius yang akan membawa dirinya kepada kehidupan yang jauh lebih baik kelak. Penanaman pesan-pesan keagamaan ini disampaikan melalui jalur pendidikan baik formal maupun non formal.

Secara etimologis pendidikan diterjemahkan ke dalam bahasa Arab “Tarbiyah” dengan kata kerjanya “Robba” yang berarti mengasuh, mendidik, memelihara.(Zakiyah Drajat, 1996: 25)

Menurut pendapat ahli, Ki Hajar Dewantara, pendidikan adalah tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, maksudnya pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. (Hasbullah,2001: 4)

Pendidikan adalah segala usaha orang dewasa dalam pergaulan dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya ke arah kedewasaan. (Ngalim Purwanto, 1995:11). HM. Arifin menyatakan, pendidikan secara teoritis mengandung pengertian “memberi makan” kepada jiwa anak didik sehingga mendapatkan kepuasan rohaniah, juga sering diartikan dengan menumbuhkan kemampuan dasar manusia.(HM.Arifin, 2003: 22)

Menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Bab 1 pasal 1 ayat 1, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. (UU Sisdiknas No. 20, 2003)

Pendidikan memang sangat berguna bagi setiap individu. Jadi, pendidikan merupakan suatu proses belajar mengajar yang membiasakan warga masyarakat sedini mungkin menggali, memahami, dan mengamalkan semua nilai yang disepakati sebagai nilai terpuji dan dikehendaki, serta berguna bagi kehidupan dan perkembangan pribadi, masyarakat, bangsa dan negara.

Pendidikan Islam menurut Zakiah Drajat merupakan pendidikan yang lebih banyak ditujukan kepada perbaikan sikap mental yang akan terwujud dalam amal perbuatan, baik bagi keperluan diri sendiri maupun orang lain yang bersifat teoritis dan praktis. (Zakiah Drajat,1996: 25)

Dengan demikian, pendidikan Islam berarti proses bimbingan dari pendidik terhadap perkembangan jasmani, rohani, dan akal peserta didik ke arah terbentuknya pribadi muslim yang baik (Insan Kamil).

Seorang muslim yang baik selalu menjadikan langkah-langkahnya senantiasa mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam Al-Qur’an, ditambah Hadits serta pendapat para mujahid dan mujtahid.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s